![]() |
LIPUTANSBM, PALANGKA RAYA – Menjelang dibukanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bundaran Besar sebagai ruang publik baru di Kota Palangka Raya, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah mulai mematangkan berbagai aspek teknis pendukung.
Salah satunya melalui simulasi pengaturan parkir di area basement RTH Bundaran Besar, tepatnya di lokasi eks KONI, Selasa (6/1/2026).
Simulasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Kalteng, Andreas Palem Santosa, bersama jajaran staf.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan sekaligus penyempurnaan sistem perparkiran agar kawasan yang akan segera dimanfaatkan masyarakat itu dapat beroperasi secara tertib, aman, dan nyaman.
Dalam simulasi tersebut, Dishub Kalteng meninjau langsung tata letak parkir, alur keluar-masuk kendaraan, hingga aspek keselamatan pengguna.
Sejumlah catatan dan rekomendasi teknis juga disusun untuk mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas serta meminimalisasi risiko kecelakaan bagi pengendara maupun kendaraan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Kalteng, Andreas Palem Santosa, menegaskan bahwa simulasi ini merupakan tahapan krusial sebelum kawasan RTH Bundaran Besar resmi dibuka untuk umum.
“Simulasi ini kami lakukan untuk memastikan sistem perparkiran telah sesuai dengan standar keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Dengan pengaturan yang tepat sejak awal, kami berharap aktivitas masyarakat nantinya dapat berjalan tertib dan nyaman,” ungkap Andreas.
Ia menambahkan, hasil simulasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi lanjutan guna menyempurnakan pengelolaan parkir sebelum pelaksanaan soft opening kawasan RTH Bundaran Besar.
Simulasi pengaturan parkir ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian persiapan menjelang soft opening RTH Bundaran Besar yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (10/1/2026).
Dengan kesiapan sistem perparkiran, kawasan ini diharapkan mampu menampung antusiasme pengunjung tanpa menimbulkan persoalan lalu lintas di sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, menegaskan bahwa aspek lalu lintas dan perparkiran menjadi perhatian serius pihaknya dalam mendukung optimalnya fungsi fasilitas publik.
“Kami berupaya memastikan sejak awal pengoperasian, pengelolaan lalu lintas dan parkir di kawasan RTH Bundaran Besar dapat berjalan efektif. Hal ini penting agar ruang publik yang disediakan benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Yulindra.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak serta evaluasi berkelanjutan agar kelancaran dan keselamatan pengguna kawasan dapat terus terjaga.
Dishub Kalteng pun menyatakan komitmennya untuk melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala, seiring pemanfaatan RTH Bundaran Besar sebagai ruang publik baru yang diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat Kota Palangka Raya.
Pewarta : Antonius Sepriyono



