Food Estate dan Sekelumit Permasalahannya di Pulang Pisau - Liputan Sbm

07 November 2020

Food Estate dan Sekelumit Permasalahannya di Pulang Pisau


Pulang Pisau
- Food Estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan bahkan peternakan di suatu kawasan. Jumat, 06/11/2020


Kunjungan Presiden RI (9/7/20) di lokasi Proyek Food Estate menunjukkan keseriusan pemerintah menjadikan Kalimantan Tengah menjadi salah satu lokasi lumbung pangan nasional. Di kalimantan Tengah rencana Lokasi proyek Food Estate adalah Kab. Kapuas dan Kab. Pulang Pisau.


Program Nasional yang dicanangkan Jokowi ini patut didukung oleh semua pihak.


Bagaimana pelaksanaannya?


Sekelumit hasil investigasi media suara Borneo.co.id bersama media SBM di lokasi desa penyangga Food Estate, yaitu Desa Tahai Jaya dan Tahai Baru, Kab. Pulang Pisau ternyata tidak seindah jargon Lumbung Pangan yang dipublikasikan.


Bantuan pemerintah kepada masyarakat petani berupa BBM 18 liter per hektar misalnya. Menurut sumber berita bahwa walau sedikit berharap pengelola bantuan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada  pemerintahan desa. 


Pengelolaan bantuan BBM tersebut sempat dikelola oleh pemerintahan desa akan tetapi kemudian dikelola oleh pihak ke - 3 yang bukan warga setempat 


"Kami hanya 1 kali (5000 liter-red) saja pak mengelola BBM Solar kepada warga. " ujar salah satu pengurus Desa Tahai Baru sembari meminta namanya tidak ditulis di media.


"Kalau kami pengelola BBM itu, keuntungannya bisa kami manfaatkan untuk keperluan pertanian pak"imbuhnya.


Ketika kru media bertanya tentang perusahaan yang dipakai oleh pihak ke 3, oknum tersebut mengatakan tidak mengetahuinya


Untuk mempertegas pengakuan tersebut, media ini lewat telepon mempertanyakan kebenaran informasi bahwa BUNDES Tahai Jaya


"Ya pak, betul itu. Sama sama cari makan lah pak. Tapi BUMDES kami hanya dipakai pak kasat itu sekali saja. Selebihnya kami tidak tahu. Tiga bulanan Pak kasat menyuplai BBM ke kami pak" terang oknum pengurus BUMDES.


Menurut warga, sejak adanya proyek Food Estate belum pernah menerima Set Plan/Master Plan atau petunjuk resmi tentang penyelenggaraan kegiatan proyek mulia tersebut. Sehingga pemerintah desa dan masyarakat merasa bingung dan gamang.


"Kami hanya tahu dari mulut pak, kami berharap ada semacam buku panduan tentang proyek Jokowi ini sehingga kami tahu tentang yang sebenarnya dilakukan dan tahu rambu rambu ya. Kami berharap tidak hanya sebagai pendengar dan penonton, pekerjaan yang bisa kami kerjakan diserahkan kepada desa sehingga warga menikmati hasil dari proyek ini pak" imbuh pengurus desa penuh harap. 


Terkait siapa yang diduga pihak ke -3 yang dimaksud, media suara borneo dan media sbm telah mengantongi namanya, namun masih perlu pengkajian bukti otentik 


Semoga menjadi perhatian semua pihak dan program ketahanan pangan nasional harus didukung oleh semua pihak. (Red) #liputansbm


Editor : Rizaldi

Sumber : Tim liputan



Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda