Arbusin : Selama PJJ SMA Negri 1 Tetap Bisa Menjaga Kualitas dan Prestasi - Liputan Sbm

15 January 2021

Arbusin : Selama PJJ SMA Negri 1 Tetap Bisa Menjaga Kualitas dan Prestasi


Palangka Raya - SMA Negeri 1 Palangka Raya adalah Sekolah menengah atas yang selalu menjadi favorit bagi orang tua di Kalimantan Tengah untuk memasukkan anaknya menempuh pendidikan. Sekolah ini ada di tengah kota tepatnya di jalan AIS Nasution Palangka Raya. Jumat, 15/01/2021

KATIBAS adalah Motto yang menjadi pegangan di sekolah ini, KATIBAS atau sesuatu yang memang kita inginkan untuk sekolah, dengan motto ini SMA Negeri 1 ingin membentuk siswa-siswa yang mempunyai karakter yang baik di masyarakat, mengerti akan teknologi informasi dan komputerisasi juga bisa menguasai bahasa asing yang fasih sehingga sekolah ini bisa mencetak generasi-generasi penerus yang cakap dan handal bagi pembangunan di Kalimantan Tengah khususnya juga Negara Kesatuan Republik Indonesia umumnya.

Media Liputan SBM mendatangi SMA Negeri 1 ini dan berkesempatan  berbincang dengan Kepala sekolahnya Bapak Drs. H ARBUSIN di ruangan kantornya Kamis 14/01/2021.

Di ruangan kantornya Arbusin mengatakan selama masa pandemi covid-19 ini proses belajar mengajar di SMA ini Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan menggunakan aplikasi daring.

Berkaitan dengan kualitas dan prestasi siswa kita saat pembelajaran jarak jauh ini, bisa dilihat dari hasil evaluasi penilaian akhir semester kemarin, hasil keseluruhan tidak menurun atau tetap bisa menjaga kualitas dan prestasi pendidikan siswa, ucapnya.

Dia juga mengatakan, Memang tidak 100% berhasil karena sekitar 10% siswa kita ada kendala saat melakukan pembelajaran jarak jauh ini karena nilai mereka dibawah TKN tetapi semua itu kita sudah instruksikan kepada guru-guru agar siswa-siswa itu mendapatkan remedial untuk perbaikan nilai-nilai mereka, bukan karena pembelajarannya tapi memang siswa-siswa tersebut jarang ikut PJJ sehingga nilai evaluasi akhirnya kurang bagus, selain karena tidak ikut PJJ ada juga dari siswa-siswi kita saat pembelajaran jarak jauh ini tidak adanya sinyal di HP mereka karena memang sangat sulit sinyal daerah tersebut seperti kelurahan Pahandut seberang dan tumbang rungan. katanya lagi.

Kita tidak habis cara agar siswa kita tetap dapat mengikuti pembelajaran yaitu dengan memanggil mereka ke sekolah dan mereka datang ke sekolah bersama orang tuanya, kita fasilitasi merekanya seperti kita pinjamkan tablet dan boleh pakai Wifi sekolah tapi dengan catatan dalam satu ruangan hanya boleh 1-5 orang siswa saja, imbuhnya lagi.

Memang semua ingin di bulan januari ini sudah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka tetapi melihat kondisi seperti ini kami menyadari tidak mungkin bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka, kata Arbusin lagi

Katanya lagi, Untuk sekolah yang ingin bisa belajar tatap muka harus bisa memenuhi tiga syarat yang diberikan oleh pemerintah kota Palangkaraya, yaitu Sekolah sudah terdaftar dalam dapodik, bahwa keperluan keperluan untuk di sekolah yang melaksanakan tatap muka tersedia, persetujuan orang tua dan komite sekolah, dan harus ada rekomendasi dari satgas covid-19 yang ketiga ini kita tidak bisa dapatkan karena dikatakan kota Palangka Raya masih zona merah, ungkapnya.

Menurut Arbusin pada intinya untuk suksesnya pembelajaran secara daring adalah setiap guru harus membuat setiap siswa bisa menyenangi cara pengajarannya sehingga anak bisa menjadi lebih mengerti tetapi dari semua ini peran orang tualah yang sangat penting karena merekalah yang bisa menyuruh dan meminta anak untuk mengikuti pembelajaran secara daring ini karena mereka yang bisa mengawasi saat anaknya mengikuti pembelajaran.

Kami bersyukur walau di masa pandemi ini prestasi anak didik tetap ada, dengan terpilihnya salah satu anak yang ikut pertukaran pelajar di Amerika, di Indonesia hanya 16 orang yang terpilih, dan SMAN 1 Palangkaraya ini sudah 3 tahun berturut-turut terpilih untuk mengikuti pertukaran pelajar ini, pungkasnya. #liputansbm

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda