Pesan Sekjen MPN Untuk PLT Ketua MPW PP Kalteng - Liputan Sbm

02 May 2021

Pesan Sekjen MPN Untuk PLT Ketua MPW PP Kalteng




KALTENG - Organisasi masyarakat Pemuda Pancasila menggelar Rapat pleno Majelis Pimpinan wilayah Kalimantan Tengah sekaligus melaksanakan acara berbuka puasa bersama, kegiatan ini dilaksanakan di Ball Room Hotel Aquarius jalan Imam Bonjol, Kota Palangkaraya. Sabtu, 01/05/2021.


Dalam rapat pleno majelis pimpinan wilayah Pemuda Pancasila tersebut terjadi pergantian, dinama ketua umum pimpinan wilayah Kalteng yang sebelumnya di jabat Rahmadi G Lentam SH. MH, kemudian digantikan oleh Muhammad Syauqie sebagai Pelaksana Tugas (Plt).


Saat awak media liputansbm mempertanyakan tujuan pergantian pimpinan wilayah ini kepada Sekjen Pemuda Pancasila Arif Rahman, dia mengatakan "pergantian ini adalah hal yang lumrah dan biasa dalam sebuah organisasi dan ini merupakan salah satu langkah dalam konsolidasi Pemuda Pancasila karena di tahun 2022 Pemuda Pancasila akan melakukan Musyawarah wilayah serentak di seluruh Indonesia. Ini rapat kami di majelis Pimpinan Nasional mengevaluasi tidak hanya Kalteng saja tetapi ada beberapa kurang lebih 6-7 provinsi di Indonesia juga akan kita Plt-kan", katanya.


Lebih lanjut Arif menjelaskan kenapa Pemuda Pancasila sampai melakukan konsolidasi ini "karena disaat masih mewabahnya covid-19 masyarakat butuh penguatan di wilayah ekonomi kedepannya saya berharap Plt yang baru mampu mengkonsolidasi dan mengkapitalisasi kekuatan PP agar bisa kedepannya menggerakan sektor ekonomi untuk membantu masyarakat seperti membentuk sebuah koperasi yang bertujuan untuk dapat mensejahterakan anggotanya," jelasnya.


Arif juga mengatakan bahwa pergantian ketua dari Rahmadi G Lentam ke Muhammad Syauqie tidak ada sifatnya diluar konsolidasi atau unsur politik sama sekali tetapi murni supaya dapat mengembangkan potensi SDM dan sumber daya ekonomi di Provinsi Kalteng.


"Tugas Plt merapikan konsolidasi tingkat majelis pimpinan cabang sampai selesai kalau ada yang belum musyawarah cabang maka harus dilaksanakan dan kita akan terus melakukan evaluasi bila Plt yang baru tidak bisa mengerjakan maka akan kita ganti juga, jadi penggantian ini supaya organisasi tetap berjalan, jadi tugas Plt yang baru mempersiapkan bagaimana musyawarah wilayah tahun 2022 konsolidasi dari tingkat MPW, MPC maupun anak cabang sampai ranting ini bisa mengejar target karena hasil  musyawarah besar ke 10 Pemuda Pancasila di Jakarta menargetkan 10 juta kader seluruh Indonesia ", ujar arif lagi


"Harapan saya sebagai Sekjen konsolidasi di Kalteng ini dapat berjalan efektif melihat potensi yang ada baik baik sumber daya manusianya maupun sumber daya alam karena kedepannya kita sudah menyepakati bahwa ada tiga pilar ekonomi yang akan kita bangun yang pertama dari sisi IT, yang kedua Pergudangan, dan yang ketiga Agrobisnis, salah satu kekuatan di Kalteng adalah bagaimana membangun kekuatan agrobisnis, supaya kedepannya terjadi swasembada pangan selaras dengan program pemerintah seperti membangun Food Estate dimana-mana, ini bisa direspon secara positif oleh pemerintah di Kalteng supaya bisa menjadi lumbung seperti padi dan banyak lagi hortikultura yang lain, apalagi kita tahu gubernur punya target untuk mengembangkan agribisnis dan hortikultura, jadi harapan saya kemandirian dari sisi SDA ini bisa dikembangkan oleh kader-kader yang ada di Kalteng, jangan sampai masyarakat Kalteng menjadi tamu dirumah sendiri, dan ini harus mengembalikan karena bagaimanapun marwah PP mengedepankan nilai-nilai Pancasila. Terutama kesejahteraan dan pengembangan ekonomi supaya keadilan itu bisa terjadi di Kalteng dan Kalteng bisa menjadi contoh yang baik untuk MPW-MPW PP di beberapa Daerah", pungkasnya mengakhiri wawancara dengan awak media.


Saat memasuki ruang rapat pleno Pemuda Pancasila ada sebuah semboyan yang tertulis di pintu masuk nya, yaitu "Sekali layar terkembang surut kita berpantang" semboyan ini digunakan oleh para nelayan-nelayan di Indonesia saat sudah berlayar pantang pulang kalau tidak mendapatkan hasil dan sering juga diartikan "Ketika suatu keputusan telah diambil, maka seharusnya tidak ada lagi keragu-raguan. Jadi keputusan itu harus dijalani/dilaksanakan, walaupun itu berarti harus menghadapi segala kendala yang menghadang". #liputansbm


Pewarta : Andy Ariyanto

Editor  : Rizaldi

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda