Harga Rokok Resmi Naik Rata-Rata 12 Persen Awal 2022 - Liputan Sbm

06 January 2022

Harga Rokok Resmi Naik Rata-Rata 12 Persen Awal 2022


Jateng - Pemerintah resmi menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) mulai 1 Januari 2022 ini. Rata-rata kenaikan cukai rokok ini adalah sebesar 12 persen. Kamis, 06/01/2022


Adanya kenaikan ini diprediksi berimbas pada kenaikan harga sejumlah merek rokok terkenal di warung


Kenaikan harga rokok dialami paling tinggi pada jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM). Kenaikan mulai awal tahun 2022 terutama pada rokok Sampoerna Mild, Marlboro, Gudang Garam Filter, Serta Gudang Garam Surya 16.  Kamis (6/1/2022). 


Kenaikan harga rokok tersebut berdasar pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris.


Mulai berlaku awal tahun ini, sejumlah harga rokok di sejumlah warung eceran mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga rokok putih jenis  Sampoerna Mild saja sudah dibanderol Rp. 28 ribu, sedangkan Djie Sam Soe Rp. 20 ribu.


Jika dirata-rata kenaikan pajak tembakau tersebut mencapai 12%, atau menjadi yang tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari Sigaret Kretek Tangan yang pada tahun sebelumnya tidak naik, hingga Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang mengalami kenaikan paling tinggi.


Dari penjual agen, harga rokok per bal sudah mengalami kenaikan sejak Minggu lalu, kenaikan tertinggi dialami oleh jenis rokok Sigaret Kretek Mesim (SKM), seperti Sampoerna Mild, Gudang Garam Filter, Surya Pro ataupun Surya 16, dan Marlboro.


Salah satu pemilik Agen di Semarang, Sutrisno mengatakan 

"Kenaikan jenis rokok tersebut per satu bal nya rata-rata mencapai 100 ribu hingga 150 ribu." ujar Sutrisno. 


"Misalnya rokok Sampoerna Mild 10 slop itulah sebelumnya Rp.2,3 juta, sekarang itu kalau kita belanja Rp.2,4 juta, kalau filter naiknya Rp.100 ribu per bal, sama seperti Surya 12 juga sama kenaikan Rp.100 sampai 150 ribu," ujar Sutrisno kepada awak media.


Sedangkan harga rokok yang ada di warung eceran saat ini harga juga sudah mulai mengalami perubahan. Salah satu pedagang rokok eceran di bilangan pasar bulu semarang,  mengatakan saat penjualan harga rokok di warungnya sudah mengikuti harga baru dari agen yang mengalami kenaikan.


"Iya, harga dari agennya sudah naik, jadi kita jual harga yang baru," ujarnya kepada awak media. Selasa (4/1/2022).


Berikut beberapa harga rokok yang saat ini mengalami perubahan :


1. Sampoerna Mild 

Saat ini harga rokok tersebut saat ini memiliki harga Rp. 28 ribu dari sebelumnya Rp. 26 ribu per bungkus. Sedangkan harga eceran per batangnya Rp. 2 ribu dan setengah Rp. 14 ribu.


2. Gudang Garam Filter

Saat ini harga rokok tersebut Rp. 22 ribu, harga sebelumnya Rp. 20 ribu. Untuk harga eceran rokok tersebut, satu batangnya Rp. 2 ribu, setengahnya Rp. 11 ribu.


3. Gudang Garam Surya 16 

Sebelumnya harga Surya 16 satu bungkusnya dijual dengan Rp. 26 ribu, sedangkan saat ini harga rokok tersebut dipasang dengan harga Rp. 27.500.


4. Djie Sam soe

Sebelumnya harga rokok Samsu dijual dengan harga Rp. 19 ribu, saat ini dengan harga baru rokok tersebut memiliki harga Rp. 20 ribu. Untuk harga eceran rokok tersebut satu batang dijual dengan harga Rp. 2000 dan setengahnya Rp. 11 ribu.


5. Djie Sam soe Refill 

Sedangkan rokok Samsu Refill Atun sebelumnya menjual Rp. 20 ribu satu bungkusnya, namun saat ini harga rokok tersebut menjadi Rp. 22 ribu.


6. Sampoerna Kretek 

Sebelum cukai rokok mengalami kenaikan Atun mengatakan Sampoerna Kretek dijualnya dengan harga Rp. 14 ribu, namun saat ini harga Rp. 15 ribu. 


7. Djarum Super 

Harga rokok Djarum Super sebelumnya dijual dengan harga Rp. 20 ribu, namun saat ini Atun menjual rokok Djarum Super seharga Rp. 21 ribu. Sedangkan untuk harga eceran rokok tersebut sama dengan Gudang Garam Filter


8. LA BOLD 

Harga rokok LA Bold saat ini dijual dengan harga Rp. 27 ribu dengan harga sebelumnya Rp. 26 ribu per bungkusnya. #liputansbm


Pewarta : Puji S

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda