Saya Berharap Suami Saya Dibebaskan Karena Dia Tulang Punggung Keluarga - Liputan Sbm

14 January 2022

Saya Berharap Suami Saya Dibebaskan Karena Dia Tulang Punggung Keluarga



Palangka Raya - Keluarga Basirun alias Basri akhirnya angkat bicara terkait ditangkapnya Basri oleh aparat kepolisian kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kamis, 13/01/2022.


Saat awak media menanyakan kejadian tersebut kepada keluarga Basri, salah satu sepupunya Siti mengatakan sebenarnya kejadiannya pada tanggal 23 Desember 2021 pada saat semua keluarga kumpul menjelang natal. 


"Kejadiannya pada tanggal 23 Desember 2021, pada saat itu semua kumpul di rumah Basri di jalan Tjilik Riwut Km 4 gang mutiara 5," Ucapnya.


"Lalu si Erwin ini datang dan menanyakan ikan nya kepada teman wanitanya (sepupu dari Basri), lalu dijawab bahwa ikan tersebut dibawah tudung di atas kulkas", jelasnya.


"Terdengar ribut-ribut antara Erwin dengan teman wanitanya ini tidak lama ada suara seperti pecahan piring, tidak lama Erwin keluar sambil bawa parang dan menegaskan parang tersebut ke lantai, " Katanya lagi. 


"Tidak lama setelah itu dia keluar sambil teriak siapa yang berani melawan hatajeb (betusukan) dengannya, disitulah Basri selalu tuan rumah tersinggung diambilnya kayu kemungkinan ada pakunya, dan memukulkannya ke Erwin dan di tangkis Erwin menggunakan tangannya, lalu erwin lari," paparnya lagi. 


"Sejak kejadian itu, saya tidak ingat harinya Erwin datang lagi tapi tangannya diperban katanya mau mengembalikan kunci motor saja" Tuturnya. 


"Saya juga tidak mengira kejadian tanggal 23 Desember 2021 itu berbuntut panjang, saya dengar Erwin melaporkan ke pihak berwajib, dan pada hari senin, tanggal 10 Januari 2022, Basri bersama anak nya ditangkap polisi di tempat kerjanya di lapangan golf kilometer 4 jalan cilik riwut, Kota Palangka Raya dan yang saya dengar Basri ditangkap karena penganiayaan", ujarnya menambahkan. 


Ditempat yang sama Sridanti (istri Basri) mengatakan tidak mengira suaminya ditangkap karena masalah dengan Erwin dirumah mereka pada tanggal 23 Desember 2021 itu. 


"Saya tahu suami saya ditangkap dari anak saya waktu dia pulang bawa motor bapaknya, saya tanyakan ke anak saya kemana bapak kamu? Lalu anak saya menjawab ditangkap polisi karena penganiayaan", jelasnya kepada awak media. 


Lebih lanjut Sri berharap supaya suaminya dibebaskan karena suaminya tulang punggung keluarga. 


"Padahal Erwin yang bikin ribut di rumah kami, tapi malah suami saya yang ditahan, saya berharap suami saya dibebaskan karena dia tulang punggung keluarga", harapnya. 


Untuk diketahui Basri ditangkap bersama anaknya pada hari senin tanggal 10 Januari 2022 di tempat kerjanya di lapangan golf km 4 Kota Palangka Raya, dengan dugaan penganiayaan terhadap Erwin. #liputansbm.


Pewarta : Andy Ariyanto

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda