Gibran Siap Diperiksa KPK, Jika Tak Terbukti Bakal Laporkan Balik Ubedillah Badrun - Liputan Sbm

11 January 2022

Gibran Siap Diperiksa KPK, Jika Tak Terbukti Bakal Laporkan Balik Ubedillah Badrun

 

Solo - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyatakan siap diperiksa dan siap ditangkap terkait laporan di KPK oleh dosen UNJ Ubedillah Badrun. Akankan Gibran membuat pelaporan balik?  Saat ditanya terkait kemungkinan pelaporan balik, Gibran mengaku belum memiliki rencana tersebut. Dia justru meminta agar laporan Ubedillah Badrun tersebut dibuktikan terlebih dahulu.


"Lha ngapa lapor balik (kenapa harus lapor balik) Kan sudah dilaporkan, dibuktikan dulu. Kalau saya salah, tangkap saja," kata Gibran di Balai Kota Solo Jawa Tengah. Selasa (11/1/2022).


Jika kemarin Gibran mengaku masih harus menanyakan ke Kaesang terkait kasus itu, hari ini Gibran mengaku sudah berkomunikasi dengan Kaesang. "Wis (sudah berkomunikasi dengan Kaesang)," jawab Gibran singkat.


Gibran pun kembali menegaskan bahwa dirinya siap untuk diperiksa dan mempersilahkan pelapor untuk memberi bukti. Bahkan Gibran siap ditangkap jika memang bersalah.


"Laporannya sudah masuk kan? Dicek saja. Nek aku salah, cekelen aku (kalau aku salah, tangkap aku) detik ini juga," tegasnya.


Diberitakan sebelumnya, dosen UNJ Ubedillah Badrun melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, ke KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.


Dalam laporannya, Ubedillah memang juga menyebut dirinya sebagai aktivis mahasiswa reformasi '98. Selain itu, Ubedillah menyertakan dokumen yang memaparkan dugaannya itu. Dia menghubungkan tentang adanya perusahaan PT. BMH yang dimiliki grup bisnis PT. SM terjerat kasus kebakaran hutan tetapi kasusnya tidak jelas penanganannya.


Lantas di sisi lain, grup bisnis itu disebut Ubedillah mengucurkan investasi ke perusahaan yang dimiliki Kaesang dan Gibran. Ubedillah pun mengaitkan antara urusan bisnis itu dengan perkara perusahaan yang pengusutan hukumnya tidak jelas karena adanya konflik kepentingan atau conflict of interest. Selain itu, dia mengaitkan dengan sosok yang berkaitan dengan grup bisnis itu yang menjadi duta besar RI. #liputansbm


Pewarta : Puji S

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda