RSUD dr. Doris Sylvanus Sukses Lakukan Operasi Bedah Jantung Terbuka Perdana - Liputan Sbm

02 December 2023

RSUD dr. Doris Sylvanus Sukses Lakukan Operasi Bedah Jantung Terbuka Perdana

Foto bersama usai kegiatan konferensi pers dengan sejumlah media di RSUD dr. Doris Sylvanus. 
LIPUTANSBM.COM, Palangka Raya - RSUD dr. Doris Sylvanus di Palangka Raya sukses dalam melaksanakan operasi bedah jantung terbuka perdana. Dua pasien dari Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Barito Selatan menjadi bagian dari prestasi ini.

dr. Adrian, spesialis anestesi dan dokter pasca operasi, menyatakan bahwa pasien pertama sudah mulai sadar penuh dan melakukan aktivitas ringan di tempat tidur. Pasien kedua telah selesai operasi dan kondisinya terus dipantau.

"Saat ini untuk pasien pertama kondisinya sudah mulai sadar penuh, sudah mulai melakukan aktivitas ringan di tempat tidur," katanya kepada media saat konferensi pers pada Sabtu (2/12/2033).

"Untuk pasien yang kedua hari ini itu operasinya dimulai dari jam 09.00 pagi. Alhamdulillah selesai tadi jam 13.00 dan saat ini kondisi masih kita pantau," sambungnya.

Ketua Tim Pengampu Layanan Kardiovaskular Nasional, dr. Hananto Andriantoro, menjelaskan bahwa tujuan bedah jantung terbuka ini adalah untuk memeratakan pelayanan kardiovaskular nasional dan meningkatkan akses serta kualitas pelayanan di luar Jawa.

Dia menekankan pentingnya SDM yang mumpuni untuk mencapai kemandirian dalam bedah jantung terbuka di masa depan. Dia juga berterima kasih kepada Gubernur Kalteng atas dukungannya.

"Saya mengucapkan terima kasih, khususnya kepada Gubernur Kalteng karena telah memberikan support kepada pihak Rumah Sakit sehingga bedah jantung terbuka ini bisa dilaksanakan," ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus, Ady Fraditha, menyampaikan bahwa saat ini hanya ada satu dokter spesialis BTKV di RSUD, dan diperlukan waktu sekitar 2 tahun untuk mandiri dalam bedah jantung terbuka.

"Tentunya perlu waktu ya bagi RSUD Doris Sylvanus untuk bisa melakukan bedah jantung terbuka secara mandiri, diperkirakan sekitar 2 Tahun lebih kita akan diampu," katanya.

Terkait penambahan dokter spesialis BKTV, koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng masih dalam proses.

Pewarta : Antonius Sepriyono

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda