Warga Tetap Dambakan Air Bersih Produk PDAM | Liputan SBM - Liputan Sbm

01 November 2018

Warga Tetap Dambakan Air Bersih Produk PDAM | Liputan SBM

Sukamara - Bukan hanya bermimpi namun juga sangat berharap agar persoalan kebutuhan akan air bersih dan layak konsumsi bisa segera di wujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukamara melalui dinas teknis terkait, demikian ditegaskan oleh Anggota DPRD Kabupaten Sukamara H.M. Kariyanto Kader Partai Gerindra Sukamara, pada Rabu (31/10/2018).

Kariyanto kembali berujar, jika saya membaca dipemberitaan sebelumnya di Media SBM pada terbitan (18/10/2018) wajib ada penambahan kapasitas mesin yang lebih besar lagi, jika begitu nada yang disampaikan secara teknis oleh Pjs Direktur PDAM Sukamara Heru Setiawan, ST, tidak ada kata lain lagi Pemkab Sukamara wajib memberikan pos anggaran ditahun anggaran 2019 dan selanjutnya untuk pengadaan mesin berkapasitas minimal 30 liter per detik.

Lebih lanjut, jika ada penambahan kapasitas mesin tersebut hanya untuk kebutuhan di desa Bukit Sungkai, Sekuningan Baru, Pempaning dan Natai Kondang sebagian, untuk dipikirkan juga bagaimana desa lainnya.

Pria mantan Kades Sembikuan ini juga lebih lanjut berujar, selanjutnya untuk wilayah Desa Ajang, Laman Baru dan Kenawan harus dipikirkan juga sebab ada sumber air berlebih juga di Desa Ajang Kecamatan Permata Kecubung dengan pembuatan Sistem Penyedian Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) baru, minimal tiga desa bisa mendapatkan air bersih produk jaringan PDAM.

Kader Partai Gerindra ini juga mengatakan, selanjutnya untuk desa Semantun, Sembikuan, dan Nibung Terjun apakah di perlukan adanya pembuatan SPAM IKK baru, sebab dari desa Ajang, selain jaraknya lumayan jauh juga arealnya berbukit, begitu juga dengan beberapa desa diantaranya, desa Air Dua, Jihing, Sukaraja dan Pangkalan Muntai dan juga desa Lupu Peruca bagaimana mewujudkan keinginan warga mendapatkan air bersih layak konsumsi?

"Kondisi air bersih yang layak memang menjadi dambaan warga desa, sebab air tanah dan air dari anak sungai belum diketahui layak atau tidak untuk di konsumsi," katanya menegaskan.

Hal senada juga dikatakan oleh Kades Kenawan Kecamatan Permata Kecubung, Eben Nahan terkait air bersih tidak usah ditanya lagi mas wartawan, kami butuh air bersih produk PDAM.

Eben menceritakan, kami juga ingin Pemkab Sukamara melalui dinas teknis terkait memperhatikan kami sebagai warga yang berkeinginan menikmati air bersih produk PDAM.

Jika boleh jujur selama ini kebutuhan akan air selain dari sumur galian, kami juga memanfaatkan air dari anak sungai yang semakin tahun sulit di cari.

"Kami setiap tahun ketika musim kemarau tiba kesulitan mendapatkan air bersih dari sumur dan juga air dari anak sungai di desa kami. Saya kira tidak berlebihan jika kami meminta kepada Pemkab Sukamara terkait air bersih," kata Eben.

Sementara itu Kades Laman Baru Kecamatan Permata Kecubung Ferdi Rantung juga mengatakan hal serupa, daerah kami ini berbukit pola sumur gali dan mengandalkan aliran anak sungai sudah sejak dulu kala.

Pasti kami sangat mengharapkan kepada Pemkab Sukamara dan juga wakil rakyat kami di DPRD Sukamara bisa membicarakan perihal air bersih yang juga menjadi kebutuhan pokok sehari hari kami di desa.

Memang mengkonsumi air tanah dan mandi dari anak sungai belum ada dampaknya untuk tubuh kami, namun apakah air yang kami konsumsi ini sudah layak dikonsumsi tidak pernah ada hasil uji laboratoriumnya juga hingga kini.

"Belum pernah ada pihak dari Pemkab Sukamara dan juga pihak PDAM ke desa kami ini untuk melakukan uji sampel air dilaboratorium," pungkasnya ketika ditemui diselah kegiatannya di Kota Sukamara. (eko/red)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda