Ringankan Beban, Pemprov. Kalteng Kirimkan Bantuan Dan Relawan Ke Provinsi Kalsel - Liputan Sbm

17 January 2021

Ringankan Beban, Pemprov. Kalteng Kirimkan Bantuan Dan Relawan Ke Provinsi Kalsel



Palangka Raya - Kalimantan menangis hanya kata-kata itu yang bisa diucapkan karena salah satu saudaranya yaitu kalimantan selatan mengalami bencana alam yang mengakibatkan kerugian bukan hanya harta benda tapi juga jiwa. Dalam puluhan tahun baru hal ini terjadi banjir yang begitu luas melanda kalimantan selatan.


Dalam beberapa hari hujan dengan intensitas sedang mengguyur kalimantan selatan yang akhirnya menyebabkan bencana banjir melanda provinsi itu.


Tercatat puluhan ribu rumah yang terendam banjir dan puluhan ribu jiwa yang mengungsi ketempat yang aman.


Hari ini Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Bapak FAHRIZAL FITRI MEWAKILI gubernur KALTENG, melaksanakan acara Pelepasan keberangkatan relawan dan  Bantuan pemprov Kalteng untuk bencana banjir di kalimantan selatan, di halaman kantor BPBD provinsi kalimantan Tengah jalan Cilik Riwut Km. 3, minggu, (17/01).


Bantuan ini guna membantu meringankan beban masyarakat kalsel yang sekarang tertimpa musibah bencana banjir ini.


Saat diwawancarai awak media Fahrizal Fitri mengatakan, kita melepaskan tim relawan Kalimantan Tengah sesuai dengan arahan Bapak Gubernur H. Sugianto Sabran, dalam rangka untuk membantu penanggulangan bencana banjir di Kalimantan Selatan, jadi saat ini kita mengerahkan dua dapur umum, dua truk tangki air bersih dan dua truk logistik, yang mana jumlah paket yang kita distribusikan berjumlah 2300 paket terdiri dari beras maupun makanan yang lain.


“Kita berharap dan mengajak juga kabupaten-kabupaten yang berbatasan dengan provinsi kalimantan selatan untuk juga berpartisipasi, yang kita ajak sekarang kabupaten pulang pisau, dan yang sudah mengirimkan bantuan adalah kabupaten barito utara dan kabupaten Kotawaringin Timur juga sudah bergerak,” ucapnya.


Tentu ini adalah bentuk kepedulian kita membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana banjir, agar kembali pulih kita harapkan ini adalah bantuan yang sangat mendasar supaya mereka tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, imbuhnya lagi.


Saat ditanya tentang banjir di Kalimantan yang sudah meluas, untuk Kalimantan Tengah sendiri bagaimana keadaannya, Farizal menjawab kita masih monitor untuk perkiraan cuaca dengan dinas BMKG, kita memang ada hujan tapi untuk ekstrimnya tidak ada untuk saat ini, tetapi kita tetap menginformasikan kepada masyarakat memasuki musim hujan, sebetulnya bencana umum di Kalteng ini adalah banjir, kita berharap masyarakat-masyarakat ini sudah beradaptasi dengan bencana banjir karena ini sudah menjadikan siklus kehidupanya dan kita akan membuat kebijakan kalau hujan lebih awal segera dibentuk Satgas, tidak lagi satgas itu dibentuk setelah terjadi bencana, jadi apabila ada indikasi yang menyebabkan bencana segera dibentuk satgas, supaya meminimalisir resiko dari bencana.


“Bagaimana untuk permukiman yang rutin banjir apakah ada relokasi untuk itu Fahrizal menjawab kita ingin relokasi tapi terkadang masyarakat itu enggan, karena mereka tidak mau jauh dari sungai, sehingga sekarang tinggal mereka beradaptasi untuk itu, tetapi kalau mereka mau di relokasi itu lebih baik lagi. Seperti saudara-saudara kita di Mendawai kan rawan banjir, tapi karena mereka hidupnya harus dekat dengan air mungkin menyangkut usahanya atau hal yang lain, tetapi saya berharap sosialisasi harus tetap dilakukan, edukasi dari teman-teman Badan Penanggulangan Bencana untuk menyadarkan masyarakat tentang resiko, resiko bencana terjadi dan bagaimana cara menghadapinya sehingga ada upaya preventif dari individu masing-masing,” pungkasnya. #liputansbm


Pewarta : Andy Ariyanto

Editor : Rizaldi




Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda