Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kalteng Buka Kegiatan SLMP - Liputan Sbm

15 August 2022

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kalteng Buka Kegiatan SLMP




PALANGKA RAYA - Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kalteng, Katma F. Dirun secara resmi telah membuka kegiatan Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan (SLMP) Bandara Tjilik Riwut yang mengangkat tema "Tingkatkan Pemahaman Informasi Cuaca, Untuk Keselamatan Penerbangan" di M. Bahalap Hotel Kota Palangka Raya, Senin (15/8/2022).

Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut Katma F. Dirun menyampaikan bahwa penyelenggaraan transportasi udara merupakan bagian dari pelaksanaan tugas penyediaan transportasi, baik sebagai servicing function maupun promoting function yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan ekonomi masyarakat pengguna jasa transportasi udara.

"Peran pemerintah sebagai penyedia jasa dan pelaku kegiatan ekonomi juga menjadi regulator yang bertugas menerbitkan berbagai aturan, mensertifikasi dan melaksanakan pengawasan guna menjamin terselenggaranyanya kegiatan transportasi udara yang memenuhi standar keselamatan penerbangan. Hal ini sesuai dengan Konvensi Chicago Tahun 1944, UU No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan PP No. 3 tahun 2001 tentang keamanan dan keselamatan penerbangan," katanya.

Lebih lanjut dikatakan Katma, BMKG merupakan satu-satunya lembaga pemerintah resmi yang berwenang sebagai penyedia informasi meteorologi untuk penerbangan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu: UU Nomor 31 tahun 2009. Tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika di dalam Pasal 4 ayat (1) bahwa: Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dikuasai oleh Negara dan pembinaan penyelenggaraannya dilakukan oleh Pemerintah. Tentunya informasi dari BMKG menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan di berbagai bidang khususnya penerbangan di Provinsi Kalimantan Tengah.

Seperti kita ketahui terdapat 9 Bandara di Kalimantan Tengah yaitu: Bandara Tjilik Riwut - Palangkaraya, Bandara Iskandar - Pangkalan Bun, Bandara H. Asan Sampit - Sampit, Bandara Haji Muhammad Sidik - Muara Teweh, Bandara Kuala Pembuang - Seruyan, Bandara Tumbang Samba - Katingan, Bandara Kuala Kurun - Gunung Mas, Bandara Tira Tangka Balang - Puruk Cahu dan Bandara Sanggu - Buntok Barito Selatan. Dengan maskapai yang melayani penerbangan yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Citilink, Wings Air, Susi Air, Airfast dengan frekuensi penerbangan yang beragam.

Adapun dari 9 Bandara Kalimantan Tengah, hanya 5 Bandara yang telah memiliki kantor BMKG atau Stasiun Meteorologi yaitu di Palangka Raya, Pangkalan Bun, Sampit, Muara Teweh dan Buntok, sementara itu 3 Bandara lainnya yaitu Puruk Cahu, Kuala Kurun dan Kuala Pembuang sudah terpasang peralatan pengamatan cuaca otomatis Automated Weather Observing System (AWOS), 1 Bandara Tumbang Samba Katingan belum terdapat BMKG dan AWOS, dan Stasiun Meteorologi Kelas IV Sanggu Barito Selatan Buntok direncanakan mengalami relokasi ke Bandara Malinau di Kalimantan Utara.

Melalui kegiatan tersebut dirinya berharap agar BMKG tetap pada lokasinya, bahkan jika memungkinkan ditambah seiring ramainya penerbangan perintis di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, fungsi BMKG tidak hanya sebagai penyedia informasi cuaca untuk penerbangan, tetapi juga penyedia informasi cuaca dan iklim yang sangat penting dalam mendukung kelancaran kegiatan di berbagai bidang, terutama di bidang pertanian dan penanggulangan bencana.

"Untuk alasan tersebut maka menjadi sangat penting bagi BMKG melalui kegiatan SLMP ini untuk memberikan pendidikan dan pengetahuan singkat tentang layanan informasi cuaca penerbangan kepada para pengguna (user) dan pemangku kepentingan (stakeholder) khususnya di bandara yang belum mendapat pelayanan oleh BMKG. Hal ini dimaksudkan agar para pengguna dan pemangku kepentingan dapat meningkatkan kapasitas pemahaman terhadap produk-produk informasi meteorologi penerbangan dari peralatan pengamatan cuaca otomatis Automated Weather Observing System (AWOS), sehingga mampu memberikan informasi cuaca untuk keperluan take-off dan landing," demikian Katma.

Pewarta : Antonius Sepriyono | Liputan SBM

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda